Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyambut baik upaya Mesir untuk membuka perlintasan Rafah untuk seluruh warga Palestina secara permanen yang secara resmi berjalan pada Sabtu depan, sementara Israel menganggap keputusan Mesir tersebut mengancam keamanan negara mereka.
Gerakan Hamas dalam sebuah pernyataan Rabu kemarin (25/5) mengatakan: "Kami di Hamas menyambut dan menghargai keputusan saudara Mesir kami yang membuka perbatasan Rafah secara permanen, dan resolusi ini mencerminkan semangat hidup dari revolusi Arabisme Mesir, dan mencerminkan kedalaman hubungan persaudaraan antara kedua bangsa, Palestina dan Mesir yang mulai memainkan kembali perannya terkait masalah Palestina."
"Kami menganggap resolusi ini merupakan keberanian dari inisiatif Mesir untuk mematahkan pengepungan di Jalur Gaza, yang telah menderita selama beberapa tahun terakhir," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, juru bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan: "Hamas menghargai keputusan Mesir untuk membuka perbatasan Rafah, dan menganggapnya sebagai keputusan yang berani dan bertanggung jawab," menekankan bahwa keputusan itu mencerminkan peran Mesir dalam menangani masalah Palestina."
Sebaliknya, laporan berita Israel mengatakan keputusan Mesir untuk membuka perbatasan Rafah telah membuat pemerintah Israel terkejut dan akan memiliki implikasi besar bagi keseimbangan kekuasaan di wilayah itu.
Israel mengklaim bahwa keputusan untuk membuka perbatasan Rafah secara permanen, memberikan kontribusi terhadap ancaman keamanan bagi rakyat Israel.
Pihak berwenang Mesir telah memutuskan untuk membuka perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza secara permanen, yang secara efektif berlaku Sabtu depan kecuali hari Jumat dan hari libur resmi, dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore.(fq/islamtoday)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jakakumulloh sudah mengunjungi blog kami
yang tidak memiliki ID pilih Anonymous biar bisa berkomentar.
saling menasehati dalam kebenaran dan keshobaran.