Pages

Ads 468x60px

Photobucket

MEMPERSIAPKAN GENERASI YANG TERBAIK

    • بسم الله الرحمن الرحيم
        
      MEMPERSIAPKAN GENERASI TERBAIK YANG  MENCINTAI ALLOH SWT



      أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
      يآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهِ فَسَوْفَ يَأْتِيْ اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّوْنَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لاَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ .
      “Wahai orang-orang yang beriman, siapa saja yang murtad (menjadi kafir) di antara kamu dari dien-NYA (dari sistim islam) maka kelak kemudian Alloh akan mendatangkan suatu kaum (suatu generasi) yang Alloh mencintai mereka dan mereka pun mencintai Alloh, yang bersifat lemah lembut terhadap orang-orang mu’min (dan bersifat) keras (tegas) terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Alloh dan tidak takut celaan orang yang mencela. Itulah karunia Alloh yang didatangkan kepada orang yang dikehendaki-NYA, dan Alloh Maha Luas (pemberian-NYA) dan Maha Mengetahui.”
      (QS : 5 {Al-Ma’idah} : 54)

      Keterangan : مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهِ
      يَرْتَدّ  : Murtad yaitu berbelok, sebelumnya beriman menjadi kafir, dzolim, munafiq dan fasiq.
      Penyebabnya : ialah tidak konsekwen kepada syari’at islam atau mengikuti sebagian sistim (hukum dan undang-undang) selain islam QS : 47 : 25-26.
      Karena mereka tidak henti-hentinya ingin merusak dan memusnahkan islam dengan segala cara.
      QS: 61 : 8. Oleh karena itu kita wajib berhati-hati terhadap mereka.
      ....فَسَوْفَ يَأْتِيْ اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّوْنَهُ....
      “….maka kelak kemudian Alloh akan mendatangkan suatu kaum (suatu generasi) yang Alloh mencintai mereka dan mereka pun mencintai Alloh….” Muncul/datangnya suatu kaum tersebut tidak tiba-tiba atau mendadak begitu saja, akan tetapi tentu ada prosesnya, karena kalimat فَسَوْفَ (kelak, kemudian) itu ada prosesnya. Lalu bagaimana prosesnya ?. Prosesnya ada pada orang-orang beriman yang imannya tulus, ikhlas tidak tercampur dengan kekafiran, kedzoliman, kemusyrikan dan kefasikan. Dari orang-orang beriman tersebutlah akan melahirkan generasi, yaitu generasi yang dicintai Alloh. Di antaranya ialah tugas ibu-ibu muslim melahirkan generasi tersebut, dan untuk melahirkan generasi tersebut tentu ada syarat-sayaratnya, diantaranya adalah :

      1.    Generasi tersebut harus beraqidah (berkeyakinan) yang benar. Sebagaimana Luqman memberi nasihat kepada putra-putranya QS : 31 : 13, aqidah yang benar ialah yang tidak dicampuri dengan keragu-raguan QS : 49 : 15, dan sumber aqidah yang benar tersebut hanya Al-Qur’an QS : 3 : 103.
      2.    Generasi yang dicintai Alloh itu ialah yang beribadah kepada Alloh dengan ibadah yang ikhlas dan benar, ikhlas karena Alloh QS : 98 : 5 dan benar sesuai dengan contoh Rosul-Nya QS : 33 : 21 .
      Sebagaimana kita ketahui, definisi ibadah ialah :
      إِنَّ  الإِتِّبَاعَ وَ الطَّاعَةَ إِلَى اْلحُكْمِ وَالشَّرِيْعَةِ هُوَ الْعِبَادَةُ.
      “Sesungguhnya mengikuti dan mentaati hukum dan undang-undang (syari’at) itulah ibadah”.

      -Mengikuti maksudnya mengikuti Al-Qur’an yang dicontohkan Rosululloh SAW. QS : 7 : 3 dan 3 : 31
      -Begitu juga taat, yaitu taat kepada perintah Alloh yang dicontohkan Rosul-NYA. QS : 3 : 132
      -Yang di maksud hukum ialah hukum atau ketetapan Alloh QS : 6 : 57 dan 12 : 40
      -Dan undang-undang (syari’at) yang datang dari Alloh. QS : 42 : 13 dan 45 : 18

      Itulah ibadah kepada Alloh bukan sebatas sholat, zakat, shoum dan haji saja, akan tetapi seluruh aspek kehidupan adalah merupakan ibadah kepada Alloh jika mengikuti sistim yang disyari’atkan Alloh dan Rosul-NYA QS : 6 : 162, Karena jika taat sembarangan bisa di godok di neraka QS : 33 : 66-67

      3.    Generasi yang dicintai Alloh SWT itu ialah generasi yang cerdas yaitu generasi yang berilmu QS : 17 : 36. Sehingga Alloh mengangkat derajat kepada orang-orang yang beriman dan berilmu dengan beberap derajat sesuai dengan keilmuannya. QS : 58 : 11

      - Generasi inilah yang harus dipersiapkan oleh kita khususnya ibu-ibu yang senantiasa mengasuh, membimbing putra-putrinya di rumah ketika ditinggalkan suami keluar dalam rangka mencari nafkah rumah tangga. Karena di dalam rumah tangga itu masing-masing mempunyai tugas, tugas suami adalah kepala rumah tangga sekaligus memberikan nafkah sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan tugas istri adalah menjaga rumah tangga suaminya selama suami tidak di rumah QS : 4 : 34, dan sabda Rosululloh SAW : Dari Ibnu Umar r.a :

      كُلُّكُمْ رَاعٍ  وَكُلُّكُمْ  مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَ اْلأَمِيْرُ رَاعٍ  وَ الرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَ الْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ ... ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ )
      “Setiap kamu adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang amir adalah pemimpin dan seorang lelaki (suami) adalah pemimpin kepada ahli rumah tangganya dan seorang istri adalah pemimpin rumah tangga suaminya dan anak-anaknya. (Bukhori dan Muslim)
      Do’a meminta keturunan yang terbaik menurut pandangan Alloh QS : 25 : 74 :

      رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ  أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
      “(Ya Alloh) Ya Robb kami berikanlah kepada kami pasangan-pasangan (jodoh-jodoh) kami dan anak-anak keturunan kami sedap di pandang (sejuk di hati) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

      wallohu`alam
      ust. Asep Khohir 

      -       الحمد لله  -

1 komentar:

Jakakumulloh sudah mengunjungi blog kami

yang tidak memiliki ID pilih Anonymous biar bisa berkomentar.
saling menasehati dalam kebenaran dan keshobaran.