abdulloh hanafi
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". Qs 17:14
Berani menyebut sebagai Islam berarti kita berani mengikuti seluruh perintah Alloh tanpa kecuali. Kita harus berani mengikuti atau mencontoh apapun yang pernah dialami oleh Rosululloh, termasuk ketegasan beliau terhadap kekafiran dan kelemah lembutannya dalam menghadapi beragam jenis manusia. Beliau yang bisa meruntuhkan singa padang pasir menjadi manusia kasih dan sayang.
Rosululloh juga mampu mengajak salman al-farisi kedalam keluarga Islam. Termasuk menghimpun seluruh warga dunia menjadi Islam. Hingga Islam tidak mengenal tanah air dan bangsa. Kita di ikat oleh syahadat.
Dari kaidah tersebut, kita harus berani menyatakan bahwa tahun kebangkitan Islam adalah tahun kebangkitan dan kesadaran umat Islam. Artinya, siapapun orangnya kalau dia mengaku Islam di tahun kebangkitan islam ini harus berani menentukan sikap Islami di hadapan masyarakat yang masih awam.
Menunjukan sikap Islami bukan hanya berani mencegah kemungkaran dengan keberingasan, tapi kita juga berani mengajak orang kepada yang ma`ruf dengan kelemah lembutan, tutur kata dan sikap kita.
Selama ini kita kehilangan sikap yang demikian. Untuk mendapatkannya kembali, hendaklah kita melaksanakan sholat tahajud, bangun pada sepertiga malam, sebagai mana Alloh berkata dalam QS. 73 :1-7
1. Hai orang-orangy ang berselimut,
2. bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu Perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
Tugas ini mulanya dibebankan kepada Rosululloh, bahkan seluruh isi Al-Quran mulanya hanya ditugaskan kepada beliau. Tapi dalam pelaksanaanya seluruh isi Al-quran untuk manusia, sebagai mana dalam penjelasan Al-quran, bahwa Rosululloh adalah Rahmat bagi seluruh alam.
Q:S 21 : 107 . dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Kalau sampai saat ini kita masih membaca Al-Quran dan menemukan ayat tersebut seyogyanya kita harus siap mengamalakan apa yang diperintahkan oleh Alloh dan mengikuti apa yang pernah dilakukan oleh Rosululoh SAW.
Rosululloh melakukan sholat malam, apakah kita melakukannya ? fungsinya jelas untuk menjalin hubungan yang lebih baik antara kita dengan Alloh, pencipta, penguasa, dan pemelihara seluruh alam.
Dalam sejarah kita masih ingat bahwa seluruh prilaku Rosululloh dan para shohabatnya mencerminkan kepribadian Al-Quran. Ketika `Aisyah ditanya tentang ahlaq Rosululloh, ia menjawab Al-Quran itulah akhlaq beliau.
Setiap hari kita membaca Al-Quran kemana saja kita pergi, seyogyanya kita harus menjadikan Al-Quran bukan untuk pamer yang akhirnya akan menimbulkan riya. Sepertinya kita sendiri yang islami orang lain tidak. Tapi hendaknya kita membawa kemana saja isi kandungan Al-Quran yang tercermin dalam tingkah pola hidup kita, sebagaimana Rosululloh dan para shohabatnya. Bahkan sangat memalukan kalau tingkah laku kita tidak mencerminkan akhlaq Al-Quran akibatnya hanya akan menimbulkan fitnah bagi islam itu sendiri. Kalau kita sudah memahami kandungan Al-Quran, kita sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka dengan sendirinya Al-Quran sudah menjadi bagian dari hidup kita.
Al-Quran bukan lagi sebuah kitab yang harus kita pajang di rak buku, kita bawa kemana saja kita pergi, tapi orang akan melihat pada diri kita bersemayam semangat dan jiwa Al-Quran. Mampukah kita mengamalkan dan menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari hidup kita ? insya Alloh.
Kalau kita sudah memulai dengan hidup berdasarkan Al-Quran, berarti kita sudah mengajak orang lain untuk mengikuti tata cara hidup kita. Insya Alloh dengan cara demikian masyarakan awam akan mengikuti pola kehidupan Al-Quran. Mereka akan hidup berdasarkan Al-Quran sebagai mana yang kita cita-citakan. Untuk itu, kita tidak perlu mencari konsep cara berda`wah yang baik dan benar, cukuplah kita mentaati seluruh peraturan dan perundang-undangan yang dibuat oleh Alloh dan meneladani apa-apa yang pernah di contohkan oleh Rosululloh SAW.
Mampukah kita mengubah strategi da`wah kita dari keberingasan kepada orang lain menjadi kasih dan sayang serta mengajak orang lain untuk menegakkan kalimatulloh ? insya Alloh.
Wallohu`alam













Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jakakumulloh sudah mengunjungi blog kami
yang tidak memiliki ID pilih Anonymous biar bisa berkomentar.
saling menasehati dalam kebenaran dan keshobaran.