1. Bersungguh-sungguh dalam segala hal yang tidak dilakukannya pada sebelumnya
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص م يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
(رواه مسلم)
Rosululloh SAW bersungguh-sungguh disepuluh hari terakhir, apa yang tidak sungguh-sungguh di hari lainnya (HR. Muslim)
2. Menghidupkan malam-malamnya
عَنْ عَائِشَةَ رع قَالَتْ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص م إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ اٌلأَ وَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَ أَيْقَظَ أَهْلَهُ وَاشْتَدَّ مِئْزَرَهُ (متفق عليه)
Dari `aisyah ra ia berkata Adalah Rosululloh SAW apabila masuk sepuluh malam terakhir beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan kainnya (mutafaqun `alaihi)
عَنْ عَلِيٍّ : إِنَّ النَّبِيَّ ص م كَانَ يُوْقِظُ أَهْلَهُ فِي الْعَشْ اْلأَ وَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ يُطِيْقُ الصَّلاَةَ (رواه الدارقطني)
Dari Ali sesungguhnya Nabi SAW membangunkan keluarganya disepuluh hari terakhir dibulan Romadhon dan membangunkan semua anak kecil dan orang dewasa yang mampu sholat (HR.Darulqotni)
3. Mencari lailatul qodar
عَنْ عَائِشَةَ رع قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي اْلأَوْتَارِ مِنَ الْعَشْرِ اْلأَ وَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخاري)
Dari Aisyah ra ia berkata Rosulilloh SAW berkata carilah lailatul qodar pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir dibulan Romadhon (HR.Bukhori)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ ص م أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ اْلأَ وَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيًا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ اْلأَ وَاخِرِ (متفق عليه)
Dari Ibnu Umar ia berkata Nabi SAW berkata saya melihat mimpimu sependapat menetapkan bahwa lailatul qodar pada 7 hari yang terkahir maka siapa saja yang mencarinya carilah pada 7 hari yang terkahir (mutafaqun `alaihi)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رع عَنِ النَّبِيِّ ص م اِلْتَمِسُوْهَا فِي الْعَشْرِ اْلأَ وَاخِرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ عَجَزَ فَلاَ يَخْلِبَنَّ عَلَى السَّبْعِ اْلأَ وَاخِرِ/ الْبَوَاقِي (رواه مسلم)
Dari ibnu umar radari Nabi SAW carilah lailatul qodar pada 10 hari terakhir, maka jika seseorang diantara kamu lemah atau lelah maka janganlah sekali-kali kalah dalam mencari pada 7 hari yang tersisa (HR. Muslim)
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص م يَقُوْلُ : لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ.
Dari ubai bin ka`ab ia berkata saya mendengan Rosululloh SAW berkata lailatul qodar adalam malam ke 27
Keterangan
Berdasarkan hadits-haditas di atas dapat kita simpulkan bahwa :
a. mulai malam ke 21 s/d malam ke 25 merupakan bentuk persiapan
b. malam puncaknya adalam malam ke 27
4. Do`a Rosululloh SAW pada malam lailatul qodar
اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنّي
Ya Alloh sesungguhnya Engkau maha pema`af engkau menyukai kema`afan, maka ma`afkanlah aku HR. Tirmidzi dari Aisyah
Lailatul qodar dan keutamaannya
1. QS : 97 : 1-5
2. QS : 2 : 185
M. Irsyad Syarbini


asalamualaikum
BalasHapushuruf arabnya ada yang kurang pas لآ ini yang benar bukan الْأَ , ini juga salah فَلَا yang benar فلا
untuk harokat juga masih ada yang salah.
tolong dibetulkan.
wasallam
admin blog ini gak pernah kontrol postingnya yaaah
BalasHapustulisan arab nya ada yang salah di betulkan dong