Pages

Ads 468x60px

Photobucket
Tampilkan postingan dengan label fiqh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiqh. Tampilkan semua postingan

Amalan Nabi SAW di sepuluh akhir bulan Romadhon


   1.  Bersungguh-sungguh dalam segala hal yang tidak dilakukannya pada sebelumnya

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص م يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
(رواه مسلم)



Rosululloh SAW bersungguh-sungguh disepuluh hari terakhir, apa yang tidak sungguh-sungguh di hari lainnya (HR. Muslim)
2.      Menghidupkan malam-malamnya 

عَنْ عَائِشَةَ رع قَالَتْ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص م إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ اٌلأَ وَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَ أَيْقَظَ أَهْلَهُ وَاشْتَدَّ مِئْزَرَهُ (متفق عليه)

Dari `aisyah ra ia berkata Adalah Rosululloh SAW apabila masuk sepuluh malam terakhir beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan kainnya (mutafaqun `alaihi)

عَنْ عَلِيٍّ : إِنَّ النَّبِيَّ ص م كَانَ يُوْقِظُ أَهْلَهُ فِي  الْعَشْ اْلأَ وَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ يُطِيْقُ الصَّلاَةَ  (رواه الدارقطني)

Dari Ali sesungguhnya Nabi SAW membangunkan keluarganya disepuluh hari terakhir dibulan Romadhon dan membangunkan semua anak kecil dan orang dewasa yang mampu sholat (HR.Darulqotni)
3.      Mencari lailatul qodar 

عَنْ عَائِشَةَ رع قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي اْلأَوْتَارِ مِنَ الْعَشْرِ اْلأَ وَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخاري)

Dari Aisyah ra ia berkata Rosulilloh SAW berkata carilah lailatul qodar pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir dibulan Romadhon (HR.Bukhori)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ ص م أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ اْلأَ وَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيًا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ اْلأَ وَاخِرِ (متفق عليه)

Dari Ibnu Umar ia berkata Nabi SAW berkata saya melihat mimpimu sependapat menetapkan bahwa lailatul qodar pada 7 hari yang terkahir maka siapa saja yang mencarinya carilah pada 7 hari yang terkahir (mutafaqun `alaihi)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رع عَنِ النَّبِيِّ ص م اِلْتَمِسُوْهَا فِي الْعَشْرِ اْلأَ وَاخِرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ عَجَزَ فَلاَ يَخْلِبَنَّ عَلَى السَّبْعِ اْلأَ وَاخِرِ/ الْبَوَاقِي (رواه مسلم)

Dari ibnu umar radari Nabi SAW carilah lailatul qodar pada 10 hari terakhir, maka jika seseorang diantara kamu lemah atau lelah maka janganlah sekali-kali kalah dalam mencari pada 7 hari yang tersisa (HR. Muslim)

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص م يَقُوْلُ : لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ. 

Dari ubai bin ka`ab ia berkata saya mendengan Rosululloh SAW berkata lailatul qodar adalam malam ke 27
Keterangan
Berdasarkan hadits-haditas di atas dapat kita simpulkan bahwa :
a. mulai malam ke 21 s/d malam ke 25 merupakan bentuk persiapan
b. malam puncaknya adalam malam ke 27
4.      Do`a Rosululloh SAW pada malam lailatul qodar 

اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنّي

Ya Alloh sesungguhnya Engkau maha pema`af engkau menyukai kema`afan, maka ma`afkanlah aku  HR. Tirmidzi dari Aisyah
Lailatul qodar dan keutamaannya

1. QS : 97 : 1-5
2. QS : 2 : 185


 M. Irsyad Syarbini
baca selengkapnya »»  

DO`A-DO`A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 6 (habis)

Do’a Iq’a/Duduk Di Antara Dua Sujud

اللهُّمَ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِي، واهْدِنِي ، و عَافِنْي، واَرْزُقْنِي.
“Allohummaghfirli warhamni wahdini wa’aafini warzuqni.”
(Ya Alloh ampunilah aku dan kasihanilah aku dan berilah aku petunjuk dan maafkanlah aku dan berilah aku rizki.)

Do’a Tasyahud Awwal Dan Akhir.
التَّحِيَّاتُ لله وَالصَّلَوَاتُ والطيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ ورَسُولُهُ ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ ، وَ بَارِكْ عَلَى مُحمَّدٍ ، وعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
“Attahiyyatu lillahi wash sholawatu wath thoyyibatu, assalamu ‘alayka ayyuhan Nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuhu, assalamu ‘alaynaa wa’alaa ‘ibaadillahish sholihin, asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollayta ‘alaa aali Ibrohim, wabaarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali Ibrohim fil ‘aalamina innaka hamidun majidun.”
(Segala kehormatan, segala rahmat dan kebaikan adalah milik Alloh. Kesejahteraan atasmu hai Nabi dan rahmat Alloh dan berkah-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Alloh yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak di sembah kecuali Alloh Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Alloh berilah rahmat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah member rahmat atas keluarga Ibrohim. Dan berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah atas keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.)

Keterangan :
  1. Do’a tasyahud/tahiyyat ini terdapat dalam kitab Shohih Muslim : I/188/55 dan SM : I/191/65
  2. Do’a tasyahud ini boleh di baca untuk semua jenis sholat, fardhu atau sunnah tidak terkecuali.


التَّحِيَّاتُ لله وَالصَّلَوَاتُ والطيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ ورَسُولُهُ ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحمَّدٍ ، وعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
“Attahiyyatu lillahi wash sholawatu wath thoyyibatu, assalamu ‘alayka ayyuhan Nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuhu, assalamu ‘alaynaa wa’alaa ‘ibaadillahish sholihin, asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollayta ‘alaa aali Ibrohim, innaka hamidun majidun , Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali Ibrohim innaka hamidun majidun.”

(Segala kehormatan, segala rahmat dan kebaikan adalah milik Alloh. Kesejahteraan atasmu hai Nabi dan rahmat Alloh dan berkah-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Alloh yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak di sembah kecuali Alloh Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Alloh berilah rahmat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah member rahmat atas keluarga Ibrohim Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Alloh berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah atas keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.)

Keterangan :
  1. Do’a tahiyyat ini terdapat di dalam Kitab Shohih Muslim I/191/66.
  2. Artinya, kita boleh menggunakan do’a yang nomor 1 atau boleh juga yang nomor 2 ini untuk membaca do’a tahiyyatnya.


Do’a Tambahan Tahiyyat Pada Sholat Fardhu.
اللّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْلِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
“Allohumma inni dzolamtu nafsi dzulman katsiron wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirli maghfirotan min ‘indika war hamnii innaka antal ghofurur rohim”.
(Ya Alloh sesungguhnya aku telah mendzolimi diriku sendiri dengan kedzoliman yang banyak. Dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. (Oleh karena itu) Ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan berilah rahmat kepadaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.)

Keterangan :
  1. Do’a ini terdapat dalam kitab Shohih Bukhori I/1/303.
  2. Do’a ini di baca setelah membaca tahiyyat sebelum mengucapkan salam.
  3. Do’a ini di baca khusus pada sholat fardhu saja.


Do’a Tambahan Tahiyyat Pada Sholat Tahajjud.
اللّهُمَّ اغْفِرْلِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Allohummaghfirli maa qoddamtu wa maa akhkhortu wa maa asrortu wa maa a’lantu wa maa asroftu wa maa anta a’lamu bihi minni, antal muqoddimu wa antal muakhkhiru laa ilaaha illaa anta.”
(Ya Alloh ampunilah aku dosaku yang lalu dan dosaku yang kemudian, dan dosaku yang tersembunyi, yang terang-terangan dan dosaku yang berlebihan dan dosaku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Engkau Maha Dahulu dan Engkau Maha Kemudian, tidak ada ilah kecuali Engkau.)

Keterangan :
  1. Do’a ini terdapat di dalam Shohih Muslim I/345/201.
  2. Do’a ini di baca setelah tasyahud sebelum mengucapkan salam.
  3. Do’a ini di baca khusus untuk sholat tahajjud atau witir atau qiyamu Romadhon. Tidak untuk sholat-sholat selain yang tiga macam tersebut.


Menutup Sholat Dengan Salam.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ.
“Assalaamu’alaikum warohmatullohi wa barokaatuhu”.
(Kesejahteraan atas kalian semua dan juga rahmat Alloh dan berkah-Nya.)

Keterangan :
Ucapan salam di atas terdapat di dalam Sunan Abu Daud I/238/997 riwayat Wail bin Hujr.
Riwayat lain :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
Ini juga terdapat did ala Sunan Abu Daud I/237/996 dari riwayat Abdulloh
Dengan ucapan salam tersebut berarti sholat sudah selesai.

wallohu`alam
ustadz. irsyad syarbini

baca selengkapnya »»  

DO`A-DO`A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 5

Do’a Sujud
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ ربَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Subhanaka Allohumma Robbana wa bihamdika Allohummaghfirli.”
(Maha Suci Engkau ya Alloh ya Robb kami dan dengan segala puji-Mu ya Alloh ampunilah aku.)

Atau
 سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Subhana wa bihamdika astaghdiruka wa atubu ilaika”
(Maha Suci Engkau dan dengan segala puji-Mu aku memohon ampun kepada Engkau dan bertaubat kepada-Mu.)

Atau
 سُبْحَانَ الله وَبِحمدِهِ أَسْتَغْفِرُ الله وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ.
“Subhanalloh wa bihamdihi astaghfirulloh wa atubu ilaihi.”
(Maha Suci Alloh dan dengan segala puji-Nya aku memohon ampun kepada Alloh dan aku bertaubat kepada-Nya.)

Keterangan :
  1. Do’a yang pertama riwayat Muslim dari Aisyah terdapat di dalam Shohih Muslim I : 222 no. 217. Dan Shohih Bukhori I/1/193.
  2. Do’a yang kedua juga terdapat dalam Shohih Muslim I/222/218.
  3. Dan ketiga dalam Shohih Muslim I/222/220.
  4. Sebelum do’a tersebut di atas (pilih salah satu diantaranya) ditetapkan sebagai bacaan sujud misalnya adalaha : “subhana Robbiyal a’laa”.
  5. Kemudian do’a ini di nasakh/di hapus masa berlakunya dan di ganti dengan do’a tersebut di atas.
  6. Do’a sujud tersebut tidak berlaku untuk sholat tahajjud/witir/qiyamu Romadhon.

Do’a Sujud Khusus Untuk Sholat Tahajjud/Witir/Qiyamu Romadhon.

اَللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَ لَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَ صَوَّرَهُ وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ الله أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.
“Allohumma laka sajadtu wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhiya lilladzi kholaqohu washowwarohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu, tabaarokallohu ahsanul khooliqin.”
(Ya Alloh untuk-Mu aku bersujud, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku sujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya dan yang telah membukakan pendengaran dan penglihatannya, Maha Suci Alloh sebaik-baik pencipta.)

Keterangan :
  1. Do’a sujud sholat malam ini terdapat di dalam Shohih Muslim I/345/200
  2. Do’a sujud ini dikhususkan untuk sholat malam, tidak di baca pada sholat fardhu/sholat-sholat sunnah lainnya.
bersambung ...

baca selengkapnya »»  

DO`A-DO`A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 4

Do’a Sujud
 سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ ربَّنا وَبِحَمْدِكَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Subhanaka Allohumma Robbana wa bihamdika Allohummaghfirli.”
(Maha Suci Engkau ya Alloh ya Robb kami dan dengan segala puji-Mu ya Alloh ampunilah aku.)

Atau 
سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Subhana wa bihamdika astaghdiruka wa atubu ilaika”
(Maha Suci Engkau dan dengan segala puji-Mu aku memohon ampun kepada Engkau dan bertaubat kepada-Mu.)

Atau
 سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ الله وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ.
“Subhanalloh wa bihamdihi astaghfirulloh wa atubu ilaihi.”
(Maha Suci Alloh dan dengan segala puji-Nya aku memohon ampun kepada Alloh dan aku bertaubat kepada-Nya.)

Keterangan :
  1. Do’a yang pertama riwayat Muslim dari Aisyah terdapat di dalam Shohih Muslim I : 222 no. 217. Dan Shohih Bukhori I/1/193.
  2. Do’a yang kedua juga terdapat dalam Shohih Muslim I/222/218.
  3. Dan ketiga dalam Shohih Muslim I/222/220.
  4. Sebelum do’a tersebut di atas (pilih salah satu diantaranya) ditetapkan sebagai bacaan sujud misalnya adalaha : “subhana Robbiyal a’laa”.
  5. Kemudian do’a ini di nasakh/di hapus masa berlakunya dan di ganti dengan do’a tersebut di atas.
  6. Do’a sujud tersebut tidak berlaku untuk sholat tahajjud/witir/qiyamu Romadhon.


Do’a Sujud Khusus Untuk Sholat Tahajjud/Witir/Qiyamu Romadhon.

اَللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَ لَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَ صَوَّرَهُ وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ الله أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.
“Allohumma laka sajadtu wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhiya lilladzi kholaqohu washowwarohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu, tabaarokallohu ahsanul khooliqin.”
(Ya Alloh untuk-Mu aku bersujud, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku sujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya dan yang telah membukakan pendengaran dan penglihatannya, Maha Suci Alloh sebaik-baik pencipta.)

Keterangan :
  1. Do’a sujud sholat mala mini terdapat di dalam Shohih Muslim I/345/200/
  2. Do’a sujud ini dikhususkan untuk sholat malam, tidak di baca pada sholat fardhu/ sholat-sholat sunnah lainnya.
Bersambung …
baca selengkapnya »»  

DO`A-DO`A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 3

Do’a I’tidal/Bangun Dari Ruku
 سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ
“Sami’allohu liman hamidahu, Robbana walakal hamdu”
(Maha Mendengar Alloh bagi orang yang memuji-Nya, ya Robb kami dan bagi Engkau segala puji.)

Atau
 سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ  اَللَّهُمَّ رَبَّنا لَكَ الحَمْدُ
“Sami’allohu liman hamidahu, Allohumma Robbana lakal hamdu”
(Maha Mendengar Alloh bagi orang yang memuji-Nya, ya Alloh ya Robb kami  bagi Engkau segala puji.)

Keterangan :
  1. Do’a yang pertama di atas terdapat dalam shohih Bukhori jilid I juz I halaman 193-194.
  2. Do’a yang kedua terdapat di dalam Shohih Muslim jilid I halaman 218-219 no. 202.
  3. Do’a tersebut berlaku bagi Imam dan bagi orang yang sholat sendirian.

Do’a I’tidal Khusus Untuk Ma’mum Sebagai Jawaban Ketika Imam Membaca “Sami’allohu Liman Hamidah.
 اَللَّهُمَّ رَبَّنا وَلَكَ الحَمْدُ.
“Allohumma Robbana wa lakal hamdu”
(Ya Alloh ya Robb kami dan bagi Engkau segala puji.)
َاللَّهُمَّ رَبَّنا لَكَ الحَمْدُ.
“Allohumma Robbana lakal hamdu”
(Ya Alloh ya Robb kami bagi Engkau segala puji.)

Keterangan :
  1. Do’a jawaban ma’mum di atas terdapat di dalam shohih Bukhori I/1/193-194. Dan di dalam Shohih Muslim I/219/203, 204, 205, 206.
  2. Do’a tersebut boleh dipilih apakah nomor 1 atau yang nomor 2, yang membedakan hanya huruf waw saja, tapi isinya sama saja.


Do’a Tambahan Waktu I’tidal
مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الأَرْضِ وَ ملْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَ مِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.
“Mil us samawati wa mil ul ardhi wa mil u maa baynahuma wa mil u maa syi’ta min sya’in ba’du.”
(Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi antara keduanya dan memenuhi apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu.)

Keterangan :
  1. Do’a ini terdapat dalam Shohih Muslim I/219/203, 205 dan 206.
  2. Do’a ini boleh untuk sholat fardhu maupun sholat-sholat sunnah, tidak terkecuali sunnah apapun.
 bersambung ...
baca selengkapnya »»  

DO’A-DO’A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 2

I.  Do’a Ruku’
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ ربَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اَللَّهَُّ اغْفِرْ لِي
“Subhanaka Allohumma Robbana wa bihamdika Allohummaghfirli.”
(Maha Suci Engkau ya Alloh ya Robb kami dan dengan segala puji-Mu ya Alloh ampunilah aku.)

Atau
سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Subhana wa bihamdika astaghdiruka wa atubu ilaika”
(Maha Suci Engkau dan dengan segala puji-Mu aku memohon ampun kepada Engkau dan bertaubat kepada-Mu.)

Atau
سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ الله وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ.
“Subhanalloh wa bihamdihi astaghfirulloh wa atubu ilaihi.”
(Maha Suci Alloh dan dengan segala puji-Nya aku memohon ampun kepada Alloh dan aku bertaubat kepada-Nya.)

Keterangan :
1.  Do’a yang pertama riwayat Muslim dari Aisyah terdapat di dalam Shohih Muslim 
     I : 222 no. 217. Dan Shohih Bukhori I/1/193.
2.  Do’a yang kedua riwayat Muslim dari Aisyah juga terdapat dalam 
     Shohih Muslim I/222/218.
3.  Dan ketiga riwayat Muslim dari Aisyah terdapat dalam Shohih Muslim I/222/220.
4.  Maksudnya ketika kita ruku boleh memilih diantara yang ketiga do’a tersebut.
5.  Do’a ruku ini hanya berlaku untuk semua sholat fardhu dan semua sholat sunnah kecuali tahajjud, witir dan qiyamu Romadhon.
6.  Do’a-do’a tersebut diberlakukan di baca untuk ruku setelah turunnya surat 
    An-Nashr. (Lihat SM : I : 222 : 220)


7.   Sebelum do’a di atas dijadikan do’a ruku, Rosululloh SAW berdo’a dengan do’a :
سُبْحَانَ ربِّيَ العَظِيْمِ
8.   Kemudian do’a ini tidak di pakai lagi atau di nasakh/di hapus.
9.  Alasannya do’a “subhana robbiyal adzimi” ini ayat yang dijadikan rujukan adalah Makkiyah (QS. 56/Al-Waqi’ah : 74 dan 96) sedangkan do’a “subhanaka Allohumma wabihamdika Allohummaghfirli” surat yang dijadikan rujukan adalah surat An-Nashr yang tergolong Madaniyyah.

II. Do’a Ruku Khusus Untuk Sholat Tahajjud/Witir/Qiyamu Romadhon.

َاللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَ لَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِيْ وَ مُخِّي وَعَظْمِيْ وَعَصَبِيْ .

“Allhumma laka roka’tu wa bika aamantu wa laka aslamtu, khosya’a laka sam’I wa bashori wa mukhkhi wa adzmi wa ‘ashobi.”
(Ya Alloh hanya bagi-Mu aku ruku dan kepada-Mu aku beriman dan untuk-Mu aku berserah diri, pendengaranku, [englihatanku, otakku, tulangku dan ototku tunduk kepada-Mu.)

Keterangan :
1. Do’a ruku ini terdapat dalam kitab Shohih Muslim I dan satu paket dengan do’a iftitahnya.
2. Artinya do’a ruku ini tidak boleh di baca untuk sholat-sholat lain, kecuali yang tersebut di atas, yaitu sholat tahajjud/witir/qiyamu Romadhon.
3. Karena sesuai dengan Asbabul wurudnya, jika do’a tersebut di baca untuk yang lain maka salah menempatkan do’a, nanti ibadah kita menjadi bid’ah.

Bersambung …



baca selengkapnya »»  

DO’A-DO’A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 1


I.     Do’a Iftitah
Doa’a Iftitah Sholat Fardhu
َاللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ. اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الخَطَا يَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْ نِى مِنْ خَطَايَايَ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ
“Allohumma ba-id baini wa bayna kothoyaya kama ba-ad baynal masyriqi wal maghribi, Allohumma naqqini min khotoyaya ka yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas, Allohummaghsilni min khotoyaya bil ma-I wats tsalji wal barod.”

(Ya Alloh jauhkanlah antaraku dan antara dosa-dosaku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat, ya Alloh bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana dibersihkannya baju putih dari kotoran, ya Alloh cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju/es, atau dengan embun.)

Keterangan :
    1.     Do’a iftitah di atas terdapat di dalam :
a)    Shohih Bukhori jilid 1 halaman 181, Bab yang di baca setelah takbir
b)   Shohih Muslim jilid 1 halaman 268, Bab yang di baca antara takbirotul ihrom dan qiroah.
    2.     Do’a iftitah tersebut di baca khusus untuk sholat fardhu saja tidak untuk sholat sunnah, karena sebab turunnya hadits itu untuk sholat fardhu.

II.     Do’a Iftitah Untuk Sholat Tahajjud Atau    Qiyamu Romadhon.
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفاً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ، إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَنْتَ رَبِّيْ وََنَا عَبْدُكَ ، ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ، وَعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ ، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي جَمِيْعاً ، إِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ، وَاهْدِنِي ِلأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ ، لاَيَهْدِيْ ِلأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لاَيَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ ، وَالشّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.
“Wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikin,
Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi robbil ‘alamin laa syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin, Allohumma antal maliku laa ilaha illaa anta, anta robbi wa ana ‘abduka dzolamtu nafsi wa’taroftu bidzanbi faghfirli dzunubi jami’an, innahu laa yaghfirudz dzunuba illaa anta, wahdini lahsanil akhlaqi laa yahdii liahsanihaa illaa anta, washrif ‘anni sayyiaha laa yashrifu ‘anni sayyiaha illa anta, labbayka wa sa’dayka wal khoyru kulluhu fii yadayka, wasy syarru laysa ilayka ana bika wa ilayka, tabaarokta wata’aalayta, astaghfiruka wa atuubu ilayka.”

(Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan hanif, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadah hajiku, hidupku dan matiku untuk Alloh semata Robb semesta alam yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Ya Alloh Engkaulah Raja, tidak ada Ilah melainkan Engkau, Engkau adalah Robbku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah mendzolimi diriku sendiri dan aku sadar dengan dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali engkau.
Tunjukanlah kepadaku tentang akhlaq yang terbaik, tidak ada yang dapat menunjukkan akhlaq yang terbaik kecuali Engkau. Dan jauhkanlah dari aku tentang akhlaq yang buruk, karena tidak ada yang dapat menjauhkan akhlaq yang buruk kecuali Engkau.
Aku patuhi segala perintah-Mu dan aku jauhi segala larangan-Mu, segala yang baik semuanya dari Engkau, sedangkan segala kejahatan bukan dari Engkau. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu bertaubat, Engkau Yang Maha Tinggi.)


Keterangan :
    1.     Do’a iftitah sholat tahajjud ini terdapat di dalam Shohih Muslim jilid 1 halaman 346 no 207.
    2.     Do’a ini tersebut di baca khusus untuk sholat :
-          Tahajjud, atau
-          Qiyamu Romadhon
-          Sholat witir dan tidak boleh untuk sholat lainnya

III.     Do’a Iftitah Untuk Sholat-Sholat Sunnah
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا –  اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا –  اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا –  وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا –  وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا –  وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا –  وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً –  وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً –  وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
Allohu akbar kabiro 3x
Walhamdulillahi katsiro 3x
Wa subhanallohi bukrotaw wa ashila 3x
(Alloh Maha Besar 3x, dan segala puji bagi Alloh 3x, dan Maha Suci Alloh pagi dan sore hari.)

Keterangan :
    1.     Selain sholat fardhu, sholat tahajjud , sholat witir atau qiyamu Romadhon, maka do’a iftitahnya adalah seperti diatas.
    2.     Do’a ini tersebut/diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dengan redaksinya :
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص م يَقُوْلُ فِي التَّطَوُّعِ ........
“Aku mendengar Rosululloh SAW membaca pada sholat sunnah/tathowwu’…… seperti di atas.”
(Lihat Fiqih sunnah : I : 264)
    3.     Dengan ungkapan “فِي التّطَوُّعِ  “ pada sholat sunnah, maka semua sholat sunnah doa iftitahnya seperti di atas, kecuali tahajjud, witir dan Qiyamu Romadhon.
bersambung ...

baca selengkapnya »»