Pages

Ads 468x60px

Photobucket

catper LDK cipanas

Rihlah fi Sabilillah
(Catatan Perjalanan Forum Silaturahim Pemuda to Cipanas,
Mengenal Arti Sebuah Kepemimpinan Diri)

Memorable Adventuria AMMI,
Dalam lecutan cambuk Ilahy…

Alhamdulillah segala puji bagi-NYA yang hidup di atas kita sebagai pengatur dan Pembina alam semesta dan penyelaras dari setiap sejarah hidup manusia sehingga IA telah mengatur rapi skenario-NYA yang mencengangkan kami semua. Panitia LDK FSP MIK (Latihan Dasar Kepemimpinan, Forum Silaturahim Pemuda Misi Islam Kaffah) pagi itu sudah sedikit pusing (kalau ngga ingin disebut putus asa). Sebab lokasi yang sudah kami survey menemui kegagalan dua kali, berkaitan hal-hal teknis dan administrasi. Salah satunya juga surat izin tembusan ke Polres yang—rumornya— sudah diketahui bahwa para narasumber dan pembicara yang mengisi materi di acara LDK ini adalah orang-orang yang sudah mendapat list di kepolisian sebagai tokoh garis keras (Munarman, Muhamad Al-Khothoth dan H. Encep Hernawan). Padahal kamis kemarin saya dan Mustain sampai harus rela diguyur hujan seharian untuk mengkonfirmasi keberangkatan dan penjemputan narasumber/ ustadz juga tempat yang akan digunakan, yaitu Villa Orchid. Malam-malamnya batuk saya tambah kumat, tapi Alhamdulillah tidak masuk angin jadi tidak dikerokin sampe merah-merah punggung saiya (satu hal yang paling tidak saiya sukain).
Dengan seluruh pengerahan daya dan upaya, sempat terpikir di tengah jalan bahwa usaha kami –yang sudah kami rencanakan sejak 3 bulan lalu— akan menemukan banyak kendala. Namun selalu ada rasa optimisme (Roja’) di bahu kiri kami dan kekuatan Allah di bahu kanan kami serta hembusan bisik malaikat-NYA yang senantiasa akan menyertai orang yang sabar dan tawakkal. Sebab, sabar bagi kami bukanlah diam dan menyerah, namun sabar adalah terus berusaha hingga berkali-kali kau jatuh dan kau tetap berani untuk bangkit melawan nasib hingga Allah membukakan jalan-NYA dan pintu kebahagiaan itu menanti di depan mata.
Berbekal modal keyakinan, kami percaya bahwa acara LDK FSP MIK yang digagas bagian pembinaan dan kaderisasi AMMI dan digarap tim acara akan sukses. Jika gagal, maka saiya tak ingin nama baik tandzim Misi Islam jelek karena beban tanggung jawab yang diamanahkan tidak dijalankan sebagai mana mestinya. Kamis malam kami mendapat kabar bahwa tempat yang akan disewa sudah fix. Esok hari, pada jum’at pagi sepulangnya dari membeli kertas dan plastik untuk keperluan akomodasi acara di sana. Saiya melihat peserta satu persatu sudah mulai menunjukkan batang hidungnya yang mancung. Dengan cepat kilat saiya mandi close-up (hanya muka saja, hihi) dan buru-buru keluar menemui Pak Basuki yang kata Ka Zaki “nyariin ente tuh, pa Ihsan mana katanya..”.
Saiya yang ditunjuk sebagai  penanggung jawab kepesertaan dan imam safar lantas registrasi dan memberi Briefing sebentar kepada seluruh peserta di aula dalam bahwa bis sudah datang. Saiya memberikan keterangan bahwa tempat yang kita tuju bukanlah Ma’had Al-Yumni seperti yang tertera di Proposal, bukan juga Villa Orchid, tetapi pesantren milik ormas islam GARIS (Gerakan Reformis Islam). Saiya juga memberi arahan agar dalam perjalanan nanti kami semua menjaga sikap sebagai pemuda pemudi islam yang santun dan berakhlak, rajin menabung dan tidak sombong diri (gubrak!)
Pukul 11  lewat kami sampai di Pesantren MIK Jonggol , Cikalong Wetan dan segera saja kami ke atas untuk menunaikan Sholat Jumat berjamaah. Di sela waktu itu, sebagian peserta putri—putra juga ada sih, hehe—langsung ambil sikap imut untuk foto session setelah itu saya yakin langsung mereka unggah di Facebook. Sekarang ini memang banyak sekali orang pandai berbicara dan menunjukkan eksistensinya di facebook, hehe..nyatanya sih, di dunia nyata mereka ngga sebagus dan sehebat di FB tuh!! Melihat fenomena itu—anak-anak yang hobi foto-foto— saya yakin bahwa ngga ada manusia yang ngga narsis di muka bumi ini J.
Setelah Sholat Jumat, komandan lapangan AMI, Om Muslih yang sekaligus juga imam sholat jumat saat itu menyarankan agar kami membersihkan tempat di atas (Villa) untuk langkah antisipasi kalau-kalau acara memang dialihkan lagi di sana. Namun, komando awal adalah suara putusan ketua pelaksana, yaitu Bang Ujang Arif Rahman. Tapi beliaunya pasti sibuk di urusan teknis, maka saiya memutuskan untuk menelpon Mustain atau Ka Iwan.
Ketika itu Ka iwan meminta saiya sebagai PJ yang ditunjuk—demi mengisi waktu—untuk membentuk kelompok dan membagi peserta ke dalam 6 kelompok, sementara ianya sedang bertolak ke sini untuk menjemput peserta dan bertindak menjadi penunjuk jalan. Setelah diadakan her-registrasi dan inspeksi peserta, saya dibantu Agung sebagai sie acara –yang ikut datang dengan rombongan kolbak dan motor dari Citayam—juga membentuk tim. Komando selanjutnya diambil Agung untuk membentuk lingkaran, icebreaking, simulasi dan perkenalan (silaturahmi). Tidak lama setelah acara semi-formal itu, anak-anak sumringah melihat nasi bungkus menghampiri mereka. yummy….
Ada kesulitan penyebutan tim di kelompok putra yaitu tim Yarmuk, yang diketuai Ruhullah (Uul) yang sering kepleset jadi tim Nyamuk. Maklumlah sebutan Yarmuk tak sefamilier sebutan perang Badar, Uhud, Khandaq, namun apapun ia.. Perang Yarmuk itu juga merupakan perang (Ghozwah) yang diikuti nabi dan bukan sariyah (perang dimana nabi bukan panglimanya langsung). Saiya selaku panitia langsung ikut membaur dengan peserta makan bareng—biar lebih nikmat, asiknya rame-rame! Hehe— karena perut memang terasa berat oleh angin.
Setelah anak-anak tersenyum penuh kepuasan karena sudah memenuhi hajat mereka dan saiya pun sudah bersua ayah tercintaku dan sun tangan padanya, kami segera meluncur menuju Cipanas memutar jalur melalui Ciranjang. Menembus pekat kabut bebukitan Jonggol dan suhu minus yang sejuk. Pukul empat lewat kami sampai di Pasar Cipanas Gadog. Tepat berdiri megah di sebelah kami Istana Negara Cipanas yang berhadapan langsung nun jauh di sberang sana dengan barisan bebukitan Gadog. Saya langsung turun menemui Mustain yang saya lihat sedang sibuk bernegosiasi dengan si mamang yang fasih berbahasa planet, eh sunda, hehe. Dengan tampang digalak-galakin ka Didin ikut nimbrung dan dengan gaya premannya dia berhasil membujuk rayu sang supir “dua puluh rebueun heueuh mang, ieu keur lima angkot kumaha tah?” “ heueuh sok atuh” cek si mamang teh. Berakhirlah transaksi kilat itu. Diboyonglah kami menuju tempat lokasi acara.
Sesampainya, kami langsung disambut bak tamu (iya..iya emang tamu kan? hehe) .Putri menuju lokasi mereka dan putra pun menuju habitatnya. Set lokal Hidayatul ikhwan memiliki ruang-ruang cukup memadai, bahkan jika dibandingkan Pesantren kita di Walang. Ia terdiri dari 1 ruang besar untuk rumah tinggal sementara para peserta, aula utama yang mampu menampung hingga 200 orang lebih, di atasnya adalah aula masjid dan lantai tiganya mihrab, dua kamar mandi dengan air yang melimpah dan tak pernah surut karena ia merupakan karunia mataair Pegunungan Gede, subhanallah.Kami sholat ashar berjamaah. Setelah itu saiya dan Mustain mendata ulang keuangan yang masup di koridor masjid sambil menikmati panorama alam terhampar hijau di belakang sini. Subhanallah, inginnya saiya bermulan madu di sini nanti,,hmm (hehe, ckckck..menghayal saja kamuh!) Dalam pada itu, anak-anak sibuk memotreti saiya berkali-kali, kesannya saya dan Mustain ini bak seleb saja yah difoto-foto?? (hahaha).
Ditemani gorengan cap gehu dan kopsus, kami menghitung finansial acara LDK. Namun, kopsus itu harus segera diteguk habis sebab jika tidak Eman aka Sule siap menghabiskan sisa-sisa makanan yang ada, eh maksud saiya sebab jika tidak udara dingin ini secepat kilat akan mendinginkan panas kopsus itu (heuheu). Halimun di langit Cipanas menyamarkan matahari yang mau sunset di pelataran langit barat. Mega nampak kelabu dan petala angkasa tak memerah saga. Kaki cakrawala terlihat gelap perlahan dan kami segera siap-siap untuk sholat maghrib.
Selesai maghrib dan makan, panitia briefing dan peserta dibantu tim kepala seksi rempong alias pembantu umum diketuai Kang Didin digiring menuju aula utama yang seketika saya datang sudah membuat saya takjub melihat tempatnya. Kenapa setting panggungnya sedemikian meriah? Padahal bukankah bahkan tim panitia yang punya tenaga kuda seperti Mustain saja baru sampai tadi? Oh ternyata mereka habis mengadakan acara rejeb-an (pantas saja). Setelahnya lalu dilanjutkan acara Opening Ceremonial LDK FSP MIK (nama ini cukup panjang sebab ianya adalah kolosal perdana di MIK). Opening dimeriahkan artis lokal dadakan, timnas (tim nasyid maksudnya, bukan tim nasional lho!!) Camp Hawariyun, Citayam besutan Ka Agung yang brilliant seraya berpampam-cuap di depan panggung sederhana itu.
Setelah isya materi pertama dibuka dengan dimoderatori oleh aku, eh saiya.. Alhamdulillah saiya pembukaan jadi moderator. Hal yang bahkan belum pernah saya lakoni kecuali jarang sekali. Apalagi melihat ketiga motivator, eh moderator lain yang semuanya sarjana (sarjana psikologi, sarjana kedokteran dan tarbiyah), but why not…saya juga sarjana! Sarjana jalanan, gubrak! Tapi mau bagaimana lagi, ini tugas saya sebagai sie acara jadi hadapi saja (Iwan Fals, red) dengan bismillah. Materi disampaikan Ustadz Muslim Arman tentang perjalanan napak tilas berdirinya yayasan Misi Islam juga uraian ustad Dedi dan Ustad Ujang tentang kondisi masyarakat islam di Cipanas.
Sekilas dalam keremangan lampu padam itu saya dengar peserta putri sampai berdecak-decak kagum. Yang membuat decak kagum dan histeris peserta dan audiens jelas bukan karena bintang tamu kita selebritis kayak UJE atau ustad Maulana atau saya terlampau narsis ketika difoto (sebab saya pun tidak berani memandang foto, karena hasilnya antara dua; bagus sekali atau jelek sekali! Lagi juga karena gelap mati lampu, huft..dan juga pastinya tidak ada yang mau ambil gambar foto saya gelap2 begitu kan?! hehe), tapi lebih kepada isi uraian yang dijabarkan Ustad Ujang tentang Lembah Karmel, Kristenisasi dan sebuah desa dimana Ma’had Al-Yumni berada. Tempat yang semula hendak kami pakai acara. Disana terdapat 2300 KK yang penduduknya 80%  dijamin kesahihannya sudah murtad dan kafir. Misi dari para Zending puritan itu telah mengalami kemajuan signifikan ketika Yayasan Karmel mengucurkan dana langsung imporan Vatikan. Desa kecil itu memiliki 17 gereja elit –jika dibandingkan dengan bentuk masjid dan mushola yang seadanya—dan hanya ada beberapa masjid berukuran mushola dan mushola berukuran gudang padi. Sangat mengenaskan. (untuk catatan perjalanan tentang ini perlu bab khusus, nanti kita bahas..)
Tadinya peserta masih mau mendengar narasi sang Ustad mantan veteran Jihad Poso itu. Tapi besok peserta harus sudah mengikuti acara lagi sejak pagi hingga malam, maka pengumuman istirahat saiya ini menjadi jawaban yang paling membuat senyum di wajah mengantuk mereka mengembang dengan uapan mulut yang menganga kian lebar, heheh.

Sabtu, 2 Juli .. Full day knowledge and education…
 Angin bukit dataran tinggi Cipanas minus beberapa derajat ketika kami bangun subuh dan memulai keberkahan hari dengan sholat subuh berjamaah. Selesai itu personil yang ditunjuk untuk kultum (Kuliah tujuh menit) ketika pembentukan tim kemarin segera maju. Yaitu Lukman yang membahas tentang Kristen dan ketuhanan Yesus yang absurd. Itu bacaan yang sering saya konsumsi. Namun saya tak bisa lama nyimak, sebab hape seketika berdering dan saya dipanggil koordinator sie acara. Briefing sebentar, lalu dibagi tim untuk penjemputan Ustadz Al-Khothoth (Sekjen FUI-ketum Suara Islam) dan Ustad Emon Badruzaman SH (Imam Jamaah). Karena yang tahu alamat dan sudah berhubungan intens dengan Ustaz Al-Khothtoth saya, maka saya yang ditunjuk untuk menjemput beliau. Sementara tim mobil yang dibawa Ka Pranata dan Yusuf menjemput uwa saiya, Pa Emon.
Kami segera merangsek ke Tanah Sareal, Bogor. Alhamdulillah, sunrise pagi di langit Puncak terlihat segar meski kurang nampak, tidak seperti jika dilihat dari alun-alun Suryakencana Gede. Pepohonan dan hamparan ladang teh Gunung Emas Puncak bertasbih seraya alam tunduk merunduk dalam ketaatan konstelasi putaran rotasinya. Namun kesejukan udara pagi Puncak tak  perlu membuat kami repot menyalakan AC mobil, sebab Ac yang disediakan Allah ini tak pernah habis, tak perlu dibeli dan kita bisa nikmati secara Cuma-Cuma. Dinginnya hembus angin yang masih terjebak di dalam mobil berkali-kali menampar-nampar pipi saya. Sejuk. Alhamdulillah, puji untuk-MU Allah!
Pak Kustomo dan saiya sempat kesulitan mencari alamat yang dikirim Ustadz Al-Khothtoth ke hape via sms. Namun berkat kami yang aktif bertanya setiap kali ada orang melintas, entah tukang ojek, tukang gorengan, tukang nasi uduk, sampai akhirnya ketika bertanya pada tukang ojek terakhir ternyata ianya adalah tetangga sang Ustadz, Alhamdulillah kami diantar olehnya. Sesampainya, saya turun menyelipkan beberapa lembar ke mamang ojek lalu dibalas senyum manis menawan sang mamang tukang ojek. Tapi nampaknya sang Ustad belum tiba. Setelah menunggu sebentar karena kata istrinya sedang mengisi kajian rutin di Wadi tiap bulan, beliau datang ketika kopi panas sudah tersaji di depan bang Deden yang ngantuk dan kami (saya dan pa Kustomo yang ngakunya ga doyan kopi ). Waah…ustad bilang habisi atau bungkus saja, jangan mubadzir! Siap, dan! J
Segera setelahnya kami kembali bertolak ke Cipanas. Antrean panjang dan padat jalan membuat kami mengambil jalan pintas ke Tapos tembusnya keluar Pasar Cisarua. Hape tak henti-henti berdering menanyakan konfirmasi Ustad, Alhamdulillah saya jawab sudah kami boyong. Komunikasi kami tak putus, dari pembicaraan teori bagaimana membawa Ustad ke Cipanas dalam satu jam di tengah suasana macet weekend sampai teknis yang kami tempuh jika kami terjebak macet total, tapi Alhamdulillah kemacetan itu tak begitu berarti sebab hanya tersendat di Pasar Cisarua dan pertigaan Ciawi menuju Puncak. Sepanjang perjalanan kami berbicara dengan Ustadz Al-Khothtoth mulai dari cerita Wadi, kredit motor sampe ujung-ujungnya ke walikota dan camat RawaBadak. (Binun, hehe)
Pukul 10 lewat kami sampai. Sayang sekali, saya tak bisa melihat materi Dr. Joserijal Jurnalis (Ketua Presidium Mer-C) dibawakan oleh Moderator ka Iwan, yang menurut semua peserta bagus sekali dan membangkitkan semangat kepemudaan mereka. Sebab saya tahu dokter ahli bedah tulang itu pasti punya banyak pengalaman di lapangan jihad dan berita-berita aktual dunia Islam. Untuk Hal ini saya jadi punya hikmah bahwa setiap anggota diharap sudah mengetahui posnya masing-masing dan disiplin untuk itu, jangan sampai pos itu ditinggalkan seperti ibroh Perang Uhud zaman Rasul, dimana regu pemanah meninggalkan pos karena tertarik ghonimah (materi dunia) sehingga Quraisy mengobrak-abrik barisan mereka dan tercerai, lalu kekalahan dan kehinaan menimpa kaum muslimin. I’tibar itu bisa diimplementasikan dalam hal apapun, termasuk dalam keadaan seperti ini.
Tapi yang terakhir kusimpulkan bahwa dokter mujahid ini sedang membangun proyek Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza menurut brosur yang  saya baca. Allahu akbar, maha besar Engkau yang melahirkan di tengah-tengah bobrok zaman ini pahlawan-pahlawan yang membanggakan Islam. Pupuk terus kesabaran dan keikhlasan kami, Rabb…
Setelah selesai materi, tibalah giliran Ustad Al-Khothoth dimoderatori sang ketua sie acara, ka Zaky. Sementara mendekati dzuhur kami mendapat kabar bahwa Pak Munarman (mantan ketua YLBHI kini TPM, dan aktif di An-Nasr Institute) masih terjebak di Ciawi. Namun, syukur ketika pukul 13.35 beliau datang. Meski tak sesuai peta proposal dan terkejar tenggat waktunya tapi acara ini tetap berjalan seru!
Ketika  Ustadz Munarman datang saya langsung mengajak beliau ke bawah dan sempat bersalaman dengan Ustadz Al-Khothoth ketika acaranya selesai. Ustad wong kito ini memang paling tidak senang dengan hal yang muluk-muluk dan bertele-tele seperti demokrasi, apalagi organisasi yang berbicara hal-hal teori tanpa praktek nyata. Terlebih dahulunya beliau adalah pengecer paham sekuler demokrasi dan sudah kembali ke pangkuan Islam yang hanif. Secara logika, orang yang sudah ditipu mentah-mentah dari janji-janji demokrasi sampah yang mengatakan bahwa dengan itu kemajuan dalam segala bidang bisa tercapai. Nyatanya apa yang dicapai malah berupa kemunduran ke titik nadir sejak kran reformasi digaungkan tahun 1998 ketika demokrasi menyusup di balik almamater kuning mahasiswa UI membawa virus baru, demokrasi. Menjatuhkan kekuasaan tiran otoriter Soeharto (Orde Baru) tapi justru mengangkat kultus hukum baru infiltrasi AS, democrazy.
Sudah pasti suatu waktu orang yang dikhianati itu takkan pernah memaafkan lagi apa yang sudah dijanjikan dari para pendusta agama itu. Seperti Umar Bin Khatab yang berputar haluan 180 derajat ketika mengetahui bahwa yang dijanjikan kejahiliyahan adalah sesuatu yang sama sekali bertentangan dengan kemanusiaan, nurani, logika, akal sehat dan pengungkungan pola berpikir merdeka. Lalu ia berada di jajaran mainstream barisan pejuang yang keras terhadap kekafiran. Maka, jadilah materi Ustad Munarman yang dimoderatori oleh Agung ini tidak membahas tentang apa itu sidang pleno, presidium sidang, bendahara, sekretaris dan tektek bengek lain. Tapi lebih pada aqidah dan ukhuwah yang solid.
Setelah sholat ashar berjamaah dan mendengarkan kultum dari perwakilan peserta, Reza, acara kembali dilanjutkan dengan dua pemateri sekaligus, Ustadz Dadang ZMK dan H. Encep Hernawan (Ketum GARIS, Sohibul bayt dan juga man of the day dalam acara LDK ini). Materi ini tak kalah seru sebab membicarakan strategi perlawanan terhadap kristenisasi dan Ruhul Jihad. Lagi-lagi, dibawakan oleh moderator dari Citayam, Agung.
Acara ini berlanjut dengan tausiyah Ustadz Emon BSH hingga jauh waktu senja. Setelah selesai peserta bersiap untuk sholat magrib berjamaah. Ada kendala masyghul yang dihadapi panitia acara mendengar kabar bahwa Pa Kustomo dan bang Deden terjebak macet di Jagorawi. Sejak pengantaran Ustad Al-Khothoth ke Wadi mobil mereka masih merayap di Jagorawi menuju Jakarta untuk menjemput Ustadz Deni dan Ustadz Susanto. Kami paham, memang kondisi jalan raya Puncak akhir pekan/ weekend sudah pasti begitu.
Hingga jauh beranjak masuk Isya tak ada tanda-tanda kabar baik datang. Mustain sempat kolaps dan bilang : “Ustad Deni kayaknya gagal, dicancel…” Kami briefing sebentar di sekertariat GARIS dan mengambil inisiatif bagaimana jika materi malam ditiadakan. Mengingat para peserta tentu lelah seharian menyerap materi dan duduk berjam-jam di aula utama. Maka, malam ini diputuskan tak ada acara. Acaranya hiburan santai dan harmonisasi tim dengan membuat yel-yel dan silaturahmi ulang agar kian hangat dan akrab antar peserta yang kami pilih acak dan dikombinasikan dengan seluruh peserta dari berbagai kelompok/ wilayah.
Di kantor utama, ide baru datang ketika rapat kecil dibentuk. Ka Iwan menghubungi Ustad Deni dan mengkonfirmasi bagaimana jika jadwal ustad diundur besok pagi bakda shubuh? Alhamdulillah, ustad Deni menyanggupi. Alhamdulillah, inilah hikmah yang Allah siapkan untuk panitia. Jika acara ustad Deni jadi mungkin peserta kian lelah karena materi akan selesai hingga jauh waktu larut malam, sebab hingga jam Sembilan malam saja Ustad Deni pun belum tiba.
Di aula utama setelah sholat isya berjamaah seluruh peserta menikmati santap malam. Diiringi seloroh dan canda tawa suasana hangat ukhuwah islam sebagai saudara amat terasa di sini. Tidak seperti kemarin yang masih agak kaku, belum kenal dan malu-malu. Kini semua peserta melebur dalam harmoni ukhuwah islamiyah. Para peserta diminta untuk menyebut nama saudaranya yang ditunjuk oleh Ka Iwan. Qordhowi, peserta termuda yang dipanggil “Bontot” paling menyita perhatian seluruh peserta, sebab hanya dia yang memanggil semua panitia dan ketuanya dengan sebutan “om”. Lagi-lagi, gelak tawa dan suara riuh pecah. Setelah mendengar kekompakan, keharmonisan dan kekreatifan kelompok membuat yel-yel dan saya diminta jadi tim penilai sekaligus juri, maka acara malam itu di-stop sebab besok dini hari pukul 2.30 pagi seluruh peserta sudah harus bangun untuk mengikuti acara muhasabah oleh Ustad Susanto.
Malam kedua udaranya kian menusuk lebih dari kemarin. Tapi, saiya dan teman-teman Cirebon masi santai-santai berbincang di depan aula utama dan kamar peserta. Masi belom mau tidur. Apalagi Ka Didin yang katanya tidur nomor dua yang penting rokok satu slot depan muka sama kopi, semua masalah beres, hehehew..bisa aje kang Didin!! Saat bangun tidurnya saya sampai bergetar menggigil hebat karena menahan dingin. Padahal saat tidur malam itu saya merasakan alas sejadah tebal masjid sebagai kasur empuk dan seprainya  jaket saya sebagai bumper menahan suhu tubuh agar tetap stabil cukup baik. Apakah mungkin ini efek dari badan saya yang sedang tak sehat, entahlah..hmm, semua peserta sudah tidur. So, let it go to dream.. dengan nama-MU, Allah, kami hidup dan kami mati!

Ahad, 3 Juli…Full day fighting and come back home…..
 Pukul 2.30 seksi pembantu umum alias sie rempong, Kang Didin dibantu konco-konco membangunkan seluruh peserta. Ada peserta yang saat dibangunkan melenguh “eemmhhh” lantas tidur lagi dan membuat kami yang baru bangun tidur tertawa lucu. Ada yang sangat kebluk, dibangunin pakai apapun tidak bangun. Jangankan disetel murottal, diguyur air dingin saja masih sukar untuk bangun, mungkinkah harus pake klakson kapal(??? Weleh,,weleh..). Kebluker’s digawangi sama anak-anak doyan rokok, kebanyakan anak-anak tongkrongan Walang seperti Boim, Ijul, Irbat dkk.
Setelah memastikan bahwa di aula atas atau masjid sudah sepi dan tak ada lagi yang sholat witir atau tahajud, maka acara muhasabah pun segera saya pimpin untuk dibuka. Kemudian saya persilahkan ustad Susanto, guru saya di Cisalak memberikan tausiyah muhasabahnya. Setelah acara dua hari yang penuh materi tibalah saat pendinginan jiwa dengan merenungkan nasib dan hakikat diri. Nasehat Ustadz Susanto sangat mengena di hati para Mujahid (peserta LDK) mereka terdengar menangis terisak-isak, sudah saya duga wajah mereka pasti berlinangan airmata.
Menjelang subuh, saya bertemu Ustad Deni sebab beliau baru datang pukul 12 malam tadi. Ustad Susanto meminta maaf pada saya, bahwa jadwalnya tidak tepat. Sungguh, saya yang malu bahwa kami yang sudah berbuat salah—karena menjemput tak tepat waktu disebabkan hal tak terduga, macet—namun dia yang pertama kali mohon maaf. ustadz Deni menanyakan pada saya. “Acara di bawah kan?” “bukan Ustad, di masjid!” jawab saya. Setelah sholat subuh dan kultum. Forum terakhir pun digelar, materi tentang ‘Peran Pemuda Islam’, kembali saya membawakan acara sebagai moderator terakhir. Kali ini meski materinya bakda subuh yang identik selalu membuat ngantuk, tapi karena yang membawakan Ustad Deni yang diselingi dengan bumbu2 humor, ibroh2 kontemporer dan bahasa yang nyatu banget sama kuping mustami’. Membuat audiens tetap semangat dan suasana masjid hidup.
Pukul 6.30 acara selesai, dilanjutkan pengumuman untuk operasi semut oleh ketua sie. acara, Ka Zaky. Kekompakan para mujahid untuk tetap bermu’amalah dan berta’awun dalam fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) sangat terlihat kompetitif ketika membersihkan dan mengerjakan tugas-tugasnya. Di sinilah kami diajari untuk hidup mandiri dan bergotong-royong sebagai sebuah organisasi kehidupan, sunah hidup memberi instrument pilihan dengan ditunjuknya kepala, badan dan bagian-bagiannya untuk menjalankan fungsi sesuai kapasitasnya, inilah inti dari tema perjalanan ke Cipanas, kepemimpinan dan organisasi. Bagaimana pun kita hidup dalam sekup kecil sebuah organisasi yang dipimpin oleh ketua/ kepala sebagai sentral yang mengatur keorganisasian/ kejamaahan. Memang bukan organisasi seperti yang dimaksud teori-teori sekuler tentang berkemimpinan dengan demokrasi yang crazy. Namun, kepemimpinan yang ditunjuk berdasarkan tanggung jawab personal dan amanah dalam membawa misi Islam.
Di tengah bekerja itu, saya yakin peserta masih kosong perutnya maka demi mengganjal perut karena udara dingin dan sejak bangun subuh perut mereka masih kosong belum sarapan. Maka, sambil menunggu makan pagi matang saya membeli gorengan gehu isi ‘karet’, tempe kering dan cau goreng (pisang jelek, eta teh basa endonesana, hihi) supaya kalori mereka maksimal untuk bekerja keras. Arifin dan kawan-kawan tampak semangat mengorek isi plastik yang saya bawa. Eman yang sudah dapat masih mencari kesempatan untuk memungut ulang gehu yang tersisa. Sampai saya sendiri sarapannya telat, tapi bisa makan juga sih hehe…bareng Mas Jamil dan Bang Obi. Huh, saya yakin Bang Afrianto dan Bang Doni sudah paling duluan sarapan di dapur sana, apalagi Imron, hahaha…(Positif Thinking)
Sebagian peserta juga sudah menodong2 saya meminta hape mereka. “Ka Ihsan, mau futu2 nih, mana donk!!” . Saya bilang “ sama Ka Didin”, anak-anak komplain mereka bilang “Yah, ka Didinnya masi tidur tuh ka!” wealah, glek!! Menjelang pukul 9, kembali peserta berkumpul di aula masjid ketika semua tempat sudah rapi dan bersih. Kali ini adalah acara diskusi, icebreaking dan sharing antara peserta-peserta dan peserta-panitia. Ka Iwan dan Agung memimpin acara ini sekaligus juga menerangkan bahwa kepemudaan Misi Islam punya website pribadi di bawah situs Blogger yaitu www.ammionline.co.cc lalu membangun jaringan komunikasi dengan saya sebagai humas atau Hujam atau pusat info dan data, apalah sebutannya itu.
Beranjak agak siang Agung mengumumkan kelompok yang terbaik yang tadi malam saiya nilai. Kriteria penilaian mulai dinilai dari kekompakan, keharmonisan, keakraban, dan kekreatifan dengan regunya. Maka, pemenangnya diraih oleh kelompok Badar sebagai juara 1, dengan Ardi sebagai ketua. Kelompok Khandaq juara 2, dengan Imam sebagai ketua. Dan kelompok Uhud juara 3, dengan Heru Legowo sebagai ketua. Kelompok yang lain juga baik dan kompak dalam berkoordinasi dengan adik-adiknya ketika mengikuti acara, seperti Ruhul, Prayitno dan Riyan.
Penutupan sebelum pulang, para mujahid semua bersalaman dengan salam membangkitkan semangat. Bahwa kita akan bertemu lagi, cepat atau lambat, baik dalam forum serupa atau di syurga abadi kelak. Amin…
Setelah memastikan semua barang sudah dibawa seluruh peserta dan akomodasi dari pusat sudah masuk ambulance kesayangan pesantren kita, dan saiya juga sudah mengumpulkan nametag dan plastik peserta barulah kami semua berangkat menuju lokasi yang kemarin sudah dijanjikan H. encep akan kita kunjungi…Alhamdulillah acara selesai..
Ya, Allah tetapkan kami untuk selalu di jalan-MU, karena kami ingin Kau selalu menjaga kami di setiap waktu kami. Genggamlah tangan kami dalam daya kekuatan-MU agar kami bisa tetap istiqomah hingga hanya maut saja memisahkan ruh dari jasad ini..(berlanjut di bagian kedua Catper Rihlah Fisabilillah AMMI to Cipanas).
Bersambung …
baca selengkapnya »»  

Aktualisasi Syahadatain

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) Dien (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu siapa saja yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Q.S. 2 : 256 ).
Setelah mengucapkan syahadat, kita diterima Alloh sebagai hamba-Nya. Dengan demikian, kita termasuk orang yang akan mendapatkan kasih sayang Alloh, karena kita telah menjadi saudara dari sekian orang yang sama – sama mengucapkan syahadat walaupun pada waktu yang tidak bersamaan.
Didalam Islam tidak ada paksaan kepada seseorang untuk masuk     kedalamnya, namun ketika seseorang masuk menjadi keluarga dalam Islam, orang tersebut harus tha’at dan patuh terhadap peraturan dan perundang – undangan yang sudah ditentukan oleh Alloh dan Rosul- Nya.
Maka seseorang yang sudah mengucapkan syahadat, tidak bisa tinggal diam, seperti keadaanya sebelum masuk Islam. Dalam Islam dia harus menunjukan prestasi dan menjadi hamba Alloh, bukan hamba yang lain. Dengan demikian dia harus mengabdi hanya kepada Alloh.
Dalam hal ini banyak orang yang salah paham. Setelah mengucapkan syahadat, dia menjadi tenang hingga tidak perlu melakukan hal yang diwajibkan oleh Islam. Lantaran dia berpegang pada dongen para Ulama, bahwa seseorang yang mengucapkan syahadat akan masuk Surga.
Kaidahnya memang demikian, seseorang yang sudah mengucapkan syahadat pasti masuk Syurga. Namun harus disertai dengan sikap dan tindak tanduk yang konsekwen dari apa yang diucapkannya itu, maksudnya dia harus benar – benar mengakui, bahwa tidak ada yang kecuali kebenaran yang datang dari Alloh dan Rosul- Nya.
Ini yang digambarkan dalam Al- Qur’an :

... Ingatlah menciptakan dan memerintah adalah hak Alloh. Maha suci Alloh Robb semesta alam. (QS.7:54) 

Dan dalam ayat yang lain Alloh berkalam :



Katakanlah: "Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quraan) dari Robbku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.( Q.S.6:57 ) 


Pernyataan Alloh di atas menggambarkan kita bahwa, kita harus percaya dan meyakini, tidak ada yang patut didengar kecuali Alloh. Dalam pengamalannya, kita akan berhadapan dengan sistem demokrasi. Ini ideologi  produk barat, mereka sangat mengagungkannya. Prinsipnya mengakui suara terbanyak, lewat suatu badan permusyawaratan. Ini berarti, mempunyai haq dalam membuat syari’at, sama halnya menandingi  kekuasaan Alloh. Kaitannya dengan kita, jika kita mengikuti, mengakui, dan menyetujui adanya demokrasi berarti kita menyetujui dan mengakui adanya tandingan dan sekutu selain dari Alloh. Hal ini termasuk dalam kategori  syirik. Naudzubillah min dhalik !...
Lewat pengakuan, perbuatan, dan perjuangan kita yang ikhlas kepada Alloh, maka jauhkanlah dari benak kita pikiran-pikiran yang akan membuat kita manjadi musyrik. Ini membuktikan bahwa membaca dan mengucapkan syahadat saja tidak cukup menjamin kita masuk Surga, untuk itu, kita di tuntut untuk konsekwen dengan apa yang sudah kita ucapkan dan ikrarkan. Kita harus menjadi mukmin yang kuat, karena hal ini lebih disukai Alloh. Mukmin yang istiqomah dalam menegakan hukum dan ketentuan Alloh, resiko apapun yang akan terjadi harus kita hadapi dengan perasaan ikhlas dan mengharapkan ridho Alloh semata.
Mengucapkan syahadat berarti berhadapan dengan segala macam ideology yang menyesatkan, kekuasaan yang ditegakkan bukan untuk kepentingan Alloh, penguasa yang menolak kekuasaan Alloh setelah menghadapi resiko besar yang di sediakan Alloh, maka kitapun akan mendapatkan bagian yang besar pula yang sudah dijanjikannya. Namun perjuangan kita bukanlah atas dasar sesuai janji yang diberikan Alloh, tapi semata – mata mengharap ridho Alloh.
Sedangkan orang yang mengucapkan syahadat tanpa konsekwensi dalm pengalamannya, sebenarnya ia tidak mengenal Alloh. Sebagaimana Alloh berkalam : 


Mereka tidak mengenal Alloh dengan sebenar – benarnya. Sesungguhnya Alloh benar-benar maha kuat lagi maha perkasa. (Q.S.22:74).

Orang-orang yang mengenal Alloh dengan pengamalan yang keliru hanya beriman kepada sebagian isi kitab saja. Amaliyahnya sama dengan perbuatan orang Islam yang lain, dia mendirikan sholat, membayar zakat, shoum dan menunaikan ibadah haji, namun dengan cara-cara yang dibuat sendiri. Maksudnya tidak mengikuti ketentuan yang telah dibuat oleh Alloh SWT dan di contohkan Rosul-Nya. Inilah pengamalan yang keliru.
Sebagaimana yang Alloh berikan permisalannya sebagai berikut :


Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersuju,. ( Q.S.17:107 ).

Alloh sangat tegas dalam hal ini ketika mensikapi hambanya yang masih ragu akan kebenaran. Namun masih saja tidak percaya pada ketegasan Alloh. Kita masih saja setengah – setengah dalam mengimani Al- Qur’an, hingga tidak mengakui isi Al- Qur’an yang lainnya. Kecenderungan kita mengimani Al- Qur’an hanya ayat-ayat yang sifatnya menguntungkan semata, padahal pada ayat yang berhadapan dengan resiko seringkali kita mundur dan takut.
Tidak percuma Alloh menyebut kita sebagai kholifatu filardhi. Untuk itu, kita harus menjaga amanat tersebut dengan bersikap tegas, harus konsekwen dengan ikrar syahadat kita. Dengan demikian, kita bisa masuk kedalam Islam secara keseluruhan.


"Hai Orang-orang yang beriman masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaiton, sesungguhnya syaiton itu musuh yang nyata bagimu".( QS.2:208 )


Wallohu`alam.
Ust. Abdulloh Hanafi


baca selengkapnya »»  

DO`A-DO`A YANG ADA DI DALAM SHOLAT. bagian 6 (habis)

Do’a Iq’a/Duduk Di Antara Dua Sujud

اللهُّمَ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِي، واهْدِنِي ، و عَافِنْي، واَرْزُقْنِي.
Allohummaghfirli warhamni wahdini wa’aafini warzuqni.”
(Ya Alloh ampunilah aku dan kasihanilah aku dan berilah aku petunjuk dan maafkanlah aku dan berilah aku rizki.)

Do’a Tasyahud Awwal Dan Akhir.
التَّحِيَّاتُ لله وَالصَّلَوَاتُ والطيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ ورَسُولُهُ ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ ، وَ بَارِكْ عَلَى مُحمَّدٍ ، وعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
“Attahiyyatu lillahi wash sholawatu wath thoyyibatu, assalamu ‘alayka ayyuhan Nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuhu, assalamu ‘alaynaa wa’alaa ‘ibaadillahish sholihin, asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollayta ‘alaa aali Ibrohim, wabaarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali Ibrohim fil ‘aalamina innaka hamidun majidun.”
(Segala kehormatan, segala rahmat dan kebaikan adalah milik Alloh. Kesejahteraan atasmu hai Nabi dan rahmat Alloh dan berkah-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Alloh yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak di sembah kecuali Alloh Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Alloh berilah rahmat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah member rahmat atas keluarga Ibrohim. Dan berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah atas keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.)

Keterangan :
  1. Do’a tasyahud/tahiyyat ini terdapat dalam kitab Shohih Muslim : I/188/55 dan SM : I/191/65
  2. Do’a tasyahud ini boleh di baca untuk semua jenis sholat, fardhu atau sunnah tidak terkecuali.


التَّحِيَّاتُ لله وَالصَّلَوَاتُ والطيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ ورَسُولُهُ ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحمَّدٍ ، وعَلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
“Attahiyyatu lillahi wash sholawatu wath thoyyibatu, assalamu ‘alayka ayyuhan Nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuhu, assalamu ‘alaynaa wa’alaa ‘ibaadillahish sholihin, asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollayta ‘alaa aali Ibrohim, innaka hamidun majidun , Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali Ibrohim innaka hamidun majidun.”

(Segala kehormatan, segala rahmat dan kebaikan adalah milik Alloh. Kesejahteraan atasmu hai Nabi dan rahmat Alloh dan berkah-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Alloh yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak di sembah kecuali Alloh Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Alloh berilah rahmat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah member rahmat atas keluarga Ibrohim Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Alloh berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah atas keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.)

Keterangan :
  1. Do’a tahiyyat ini terdapat di dalam Kitab Shohih Muslim I/191/66.
  2. Artinya, kita boleh menggunakan do’a yang nomor 1 atau boleh juga yang nomor 2 ini untuk membaca do’a tahiyyatnya.


Do’a Tambahan Tahiyyat Pada Sholat Fardhu.
اللّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْلِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
“Allohumma inni dzolamtu nafsi dzulman katsiron wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirli maghfirotan min ‘indika war hamnii innaka antal ghofurur rohim”.
(Ya Alloh sesungguhnya aku telah mendzolimi diriku sendiri dengan kedzoliman yang banyak. Dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. (Oleh karena itu) Ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan berilah rahmat kepadaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.)

Keterangan :
  1. Do’a ini terdapat dalam kitab Shohih Bukhori I/1/303.
  2. Do’a ini di baca setelah membaca tahiyyat sebelum mengucapkan salam.
  3. Do’a ini di baca khusus pada sholat fardhu saja.


Do’a Tambahan Tahiyyat Pada Sholat Tahajjud.
اللّهُمَّ اغْفِرْلِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Allohummaghfirli maa qoddamtu wa maa akhkhortu wa maa asrortu wa maa a’lantu wa maa asroftu wa maa anta a’lamu bihi minni, antal muqoddimu wa antal muakhkhiru laa ilaaha illaa anta.”
(Ya Alloh ampunilah aku dosaku yang lalu dan dosaku yang kemudian, dan dosaku yang tersembunyi, yang terang-terangan dan dosaku yang berlebihan dan dosaku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Engkau Maha Dahulu dan Engkau Maha Kemudian, tidak ada ilah kecuali Engkau.)

Keterangan :
  1. Do’a ini terdapat di dalam Shohih Muslim I/345/201.
  2. Do’a ini di baca setelah tasyahud sebelum mengucapkan salam.
  3. Do’a ini di baca khusus untuk sholat tahajjud atau witir atau qiyamu Romadhon. Tidak untuk sholat-sholat selain yang tiga macam tersebut.


Menutup Sholat Dengan Salam.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ.
“Assalaamu’alaikum warohmatullohi wa barokaatuhu”.
(Kesejahteraan atas kalian semua dan juga rahmat Alloh dan berkah-Nya.)

Keterangan :
Ucapan salam di atas terdapat di dalam Sunan Abu Daud I/238/997 riwayat Wail bin Hujr.
Riwayat lain :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
Ini juga terdapat did ala Sunan Abu Daud I/237/996 dari riwayat Abdulloh
Dengan ucapan salam tersebut berarti sholat sudah selesai.

wallohu`alam
ustadz. irsyad syarbini

baca selengkapnya »»  

WikiIslam, Ensiklopedia Sesat Berkedok Islam!

AMERIKA (SuaraMedia) – Tidak ada yang tidak mengenal Wikipedia sebagai  ensiklopedia multilungual – yang didukung oleh Yayasan non-keuntungan Wikimedia – yang merupakan referensi umum yang paling populer di Interenet. 2,8 juta artikel dalam bahasa Inggris ditulis secara kolaboratif oleh para relawan di seluruh dunia, Jonathan Dee dari The New York Times, dan Andrew Lih dalam Simposium Internasional kelima pada Jurnalisme Online menyebutkan pentingnya Wikipedia yang tidak hanya sebagai referensi ensiklopedia tetapi juga sebagai sebuah sumber berita yang sering kali diperbaharui.

Keberadaan pentingnya ensiklopedia multilungual di internet dibutuhkan oleh semua komunitas masyarakat, tidak terkecuali komunitas Muslim di seluruh dunia. Tidak sedikit ensiklopedia online yang menyediakan referensi berita maupun segala pengetahuan tentang Islam, tetapi untuk menemukan yang paling dipercaya dan paling akurat akan sangat sulit mengingat kebanyakan dari artikel tersebut dapat diubah oleh siapa pun yang dapat mengakses situs Wikipedia maupun situs ensiklopedia Muslim lain. Hal inilah yang membuat reliabilitas dan akurasi menjadi satu masalah dalam proses editorialnya. Tidak jarang para pengguna Internet Muslim tertipu oleh nama dari ensiklopedia Islam tersebut.
Salah satu diantara situs ensiklopedia tersebut adalah WikiIslam.com. Pada September 2006, Faith Freedom International – sebuah organisasi yang mengkalim dirinya sebagai akar dari pergerakan seluruh dunia dari ex-Muslim dan semua yang khawatir tentang meningkatnya ancaman Islam – meluncurkan WikiIslam. FFI – pendiri dari WikiIslam merupakan organisasi yang didirikan oleh seorang mantan Muslim Iran yang tidak taat yang bertempat tinggal di Kanada.
Nampak sekilas bahwa alamat situs tersebut merupakan sumber rujukan lengkap bagi Muslim, tetapi jika dilihat dengan teliti, situs tersebut merupakan sebuah komunitas yang mengumpulkan bahan-bahan negatif dan kritis tentang Islam. Menurut bagian FAQ dalam situs tersebut, "Perbedaan utama antara WikiIslam dan Wikipedia adalah pendapat kritis dari Islam tidak disensor pada WikiIslam untuk kebenaran politik." Disebutkan pula dalam bagian yang sama situs tersebut bahwa tujuan utama dari WikiIslam adalah untuk membantu Muslim meninggalkan Islam dengan menyediakan informasi yang sebaliknya mungkin tidak tersedia bagi mereka. Karena sifat dasar kontroversial dari situs tersebut yang menujukan pada vandalisme, karena hal itu pula lah peningkatan tindakan keamanan telah dikerjakan.
WikiIslam merupakan subjek pembicaraan dari sebuah artikel pada masalah 7/2007 dari jurnal Contemporary Islam, yang berjudul "Cyber-Islamophobia? The case of WikiIslam" (Cyber-Islamophobia? Kasus WikiIslam), yang memperdebatkan bahwa situs tersebut melakukan bias pemilihan dengan mengumpulkan hanya bahan-bahan negatif dan kritis. Artikel tersebut menyatakan bahwa "Dalam hubungannya pada kriteria yang dirancang oleh the Runnymede Trust … seharusnya cukup mudah untuk memberi nama kebanyakan bahan-bahan yang diterbitkan pada WikiIslam sebagai bentuk ekspresi dari Islamophobia." Göran Larsson menambahkan bahwa "kesan saya adalah cerita yang dilaporkan oleh WikiIslam hanya dipilih untuk menunjukkan bahwa Muslim merupakan orang yang bebal, terbelakang atau bahkan bodoh." Karena kehadiran dari bahan-bahan yang diperoleh dari situs yang lain, seperti MEMRI, artikel tersebut mencatat bahwa "menjadi jauh lebih sulit untuk membantah bahwa semua informasi yang diposkan pada WikiIslam merupakan Islamophobik."
Tidak jarang terdapat artikel ataupun definisi dari satu istilah Islami yang mengejutkan terdapat dalam situs tersebut. Yang sangat mengejutkan adalah pada halaman utama dari WikiIslam ditunjukkan sebuah kartun nabi Muhammad dari harian Denmark. Tidak hanya itu, cobalah masukkan satu kata kunci dalam mesin pencari (search engine) WikiIslam tentang Allah, maka muncullah definisi mengejutkan yang akan membuat telinga kebanyakan Muslim geram atas kontroversi yang disebutkan dalam definisi tersebut. Disebutkan bahwa "Menurut Muslim, Allah merupakan Pencipta dari jagad Raya. Allah tidak berarti Tuhan tetapi lebih kepada Pencipta Jagad Raya dan hal ini merupakan tanda dari asal muasal musyrik Islam. Pada era sebelum Islam, Allah merupakan pencipta tertinggi, dewa dari orang-orang Arab. Kata Allah pada awalnya merupakan nama dari sebuah dewa bulan yang tinggal dalam sebuah batu yang terletak di Kabah. Allah juga merupakan Tuhan Bulan diantara tuhan-tuhan yang mereka percaya."
Menurut sebuah penelitian pada 2002 oleh profesor jonathan Zittrain dan Benjamin Edelman dari Universitas Harvard, Saudi Arabia telah melarang situs tersebut. The Public Interest Registry (layanan Pendaftaran Kepentingan Publik) yang digunakan oleh semua domain.org, dan Alexa.com menyatakan bahwa situs FFI bertempat di Bellevue, Washington USA. Rangking lalu lintas untuk organisasi tersebut mengalami naik turun sejak didirikan pada Juni 2001. menurut Site Meter, FFI telah memiliki lebih dari 25 juta pengunjung sejak didirikan, menerima kira-kira 10.000 pengunjung setiap hari sekitar satu juta halaman ditonton setiap bulan. (ppt/wp/wi/pbs).
baca selengkapnya »»  

Kristenisasi Berkedok Biro Jodoh, Gereja Bethel Catut Pemkot Bekasi



BEKASI (voa-islam.com)Kasus-kasus lama gesekan umat beragama antara Kristen dengan Islam di Bekasi belum pernah selesai dengan tuntas, tapi oknum gereja tak pernah bosan menebar bibit konflik. Kali ini dilakukan oleh oknum Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bekasi dalam acara pemurtadan yang dikemas dalam ajang pencarian jodoh dan pemberkatan pasangan tengah malam.
Brosur ajang pencarian jodoh kristiani itu disebarkan secara umum dan terbuka di Mall Mega Bekasi. Jum’at siang (24/6/2011), Iwan, bukan nama sebenarnya, diajak beberapa pemuda untuk mengikuti acara kristiani, ketika sedang berbelanja di mall terbesar di Kota Bekasi itu. Meski menolak dan menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Muslim, Iwan tetap disodori brosur.

Dalam brosur tertulis iklan ajang biro jodoh kristiani, dengan kalimat sbb:
The Singles “Find Your Soulmate Here.” Rindukah Anda mendapatkan pasanan hidup yang dari Tuhan? Datang dan ikuti: Sabtu 25 Juni 2011 pukul 16.30 WIB di GBI Mega Bekasi lt 2. Pemberkatan pasangan tengah malam. Call now!! Theresia 021-98379058 dan Niar 021-97848057. Di luar GBI: Hj Mieske Susana 081806592###.”

Karena curiga dengan brosur tersebut, Iwan melaporkan brosur yang didapatkannya kepada Ustadz Bernard Abdul Jabbar. Bernard sangat menyesalkan misi kristenisasi secara tidak terpuji yang dilakukan kalangan misionaris Kristen kepada umat Islam. “Ini kan acara Kristen, kenapa remaja masjid diajak ke acara gereja?” ujar Bernard usai memimpin Musyawarah Daerah Dewan Dakwah Islamiyah (Musda DDII) Bekasi, Sabtu Malam (25/6/2011).
Yang membuat Bernard geram adalah dicantumkannya logo Dinas Pemuda Olahraga Budaya Pariwisata (Disporbudpar) Kota Bekasi sebagai sponsor.
“Melihat logo Disporbudpar Kota Bekasi dicantumkan sebagai sponsor acara gereja itu, saya langsung curiga. Jangan-jangan ini modus lama Kristen Mahanaim yang ditiru oleh oknum Gereja Bethel Indonesia,” terangnya.
Kecurigaan Bernard makin kuat dengan dicantumkannya nama dan nomor kontak Kasi Hiburan dan Tempat Wisata Disporbudpar Kota Bekasi, Hj Meiske Susanna, padahal ia adalah seorang muslimah yang sudah menunaikan ibadah haji.
“Mana mungkin Bu Meiske Susanna mendukung dan menjadi panitia acara gereja? Karena saya mengenalnya sebagai seorang muslimah bergelar hajjah,” tegasnya.
Untuk menjawab kecurigaannya, Bernard segera mengontak telepon genggam Meiske Susanna. Ternyata benar, namanya dicatut oleh oknum GBI secara jahat. “Saya tidak tahu menahu dengan acara itu. Pencantuman nama saya dan logo Disporbudpar Kota Bekasi itu juga di luar sepengetahuan saya. Saya risih dengan pencantuman nama saya dalam acara (gereja) itu,” bantah Meiske kepada Bernard.

Menurut Meiske, Kamis Siang (23/6/2011), panitia kegiatan GBI mengajukan proposal kegiatan, tapi Disporbudpar Kota Bekasi tidak mengizinkan pencantuman logo Disporbudpar Kota Bekasi dalam acara itu. “Mereka datang menemui saya untuk mengajukan proposal acara itu. Anehnya, proposal yang mereka ajukan berbeda dengan brosur yang beredar,” ujar Meiske geram.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka ormas-ormas Islam mengadakan rapat koordinasi menyikapi pemurtadan berkedok pemberkatan pasangan tengah malam yang dilakukan GBI dengan mencatut nama institusi Pemerintah Kota Bekasi. Rapat malam yang diadakan di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi itu dihadiri oleh utusan berbagai ormas Islam, antara lain: Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi, Front Pembela Islam (FPI), Hizbud Dakwah Islam (HDI), Forum Umat Islam (FUI) Bekasi, Masyarakat Peduli Syari’ah (MPS), Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB), dll.

Meski sudah mendapat kepastian dari Polres Metro Bekasi bahwa acara GBI yang kontroversial itu telah dilarang, namun ormas-ormas Islam tetap memantau untuk memastikan bahwa acara bernuansa pemurtadan itu benar-benar gagal.
Dalam catatan Bernard, pencatutan logo Pemkot Bekasi dalam acara pemurtadan yang dilakukan oknum Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bekasi ini bukan yang pertama kali terjadi di Kota Bekasi. Sebelumnya, akhir tahun 2008, logo Pemkot Bekasi dicatut Yayasan Mahanaim Bekasi untuk melakukan baptis massal dalam acara yang dikemas dalam Festival Bekasi Bekasi Berbagi Bahagia (B3).

“Pencatutan logo Pemkot ini sama dengan yang dilakukan Yayasan Mahanaim dalam kasus B3,” jelas mantan misionaris Katolik ini. “Kita mendesak kepada Pemkot Bekasi supaya mengusut tuntas oknum GBI dalam kasus pencatatan nama institusi pemerintah ini. Laporkan secara hukum kepada pihak yang berwenang, karena ini adalah tindak pidana,” tutup Bernard. [taz]
baca selengkapnya »»